Kejamnya "Perayaan" Ulang Tahun Ala Indonesia, Kamu Setuju?
Bagaimana sih harusnya merayakan ulang tahun seseorang? Apalagi teman terdekat. Bukankan ada baiknya ucapan, pelukan hangat dan kue ulang tahun jadi 'kejutannya'? Namun, budaya kita yang 'satu tahun sekali' membuat orang-orang justru jadi kejam. Telur dan tepung menjadi dua 'alat' andalan untuk merayakan ulang tahun.Bahkan sekarang, orang yang berulang tahun itu diikat dan 'dikejutkan' habis-habisan. Sebuah postingan di Facebook menjadi pergunjingan. Akun Sarah Nasution diduga mengunggah 'perayaan' ulang tahun seorang temannya di sekolah. Dalam postingan tersebut, gadis yang jadi korban diduga bernama Wiwa Gustita.
Balas dendam dari 'perayaan' sebelumnya. Hal itu seakan jadi lumrah. Wiwa dan Sarah yang diduga sebagai siswi di SMK PAB 1 Patumbak, Deli Serdang, Medan. Dalam postingan tersebut, Sarah bahkan mengaku kalau tindakan pada Wiwa adalah balas dendam atas 'perayaan' sebelumnya. Wiwa diduga diikat oleh teman-teman sekolahnya lalu dilempari telur.
Bukan hanya pada tubuhnya, tapi kepala dan mulutnya pun diserang dengan telur. Dari foto tersebut, terlihat wajah Wiwa yang sudah menangis, tapi masih terikat. Seragam coklatnya pun telah dibasahi telur. Uniknya, setelah lakukan hal tersebut, akun Facebook Sarah mengajak Wiwa untuk lakukan hal serupa pada teman mereka yang lain.
Kejamnya "Perayaan" Ulang Tahun Ala Indonesia, Kamu Setuju?
Guru SMK Makassar Korban Penganiayaan Jalani Operasi Plastik
Dasrul (52), guru arsitek SMKN 2 Makassar yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh orangtua dan siswanya kini menjalani operasi bedah plastik.
Operasi tersebut dilakukan karena kondisi Dasrul kian memburuk. Selain menderita gangguan saraf yang berakibat pandangannya agak rabun, ia juga mengalami kesulitan bernapas karena terjadinya pergeseran tulang hidung akibat tonjokan yang mengenai wajahnya.“Semalam operasinya berjalan lancar dimana pak Dasrul ditangani oleh empat dokter ahli, masing-masing ahli THT, mata, bedah umum, dan ahli bedah plastik,” kata penasihat hukum Dasrul, Azis Pangeran via telepon,
Usai menjalani operasi, kata Azis, Dasrul langsung diarahkan beristirahat total dan tidak beraktivitas dulu. “Pak Dasrul dirawat sekarang di Ruang Perawatan VIP Mekar, RS Bhayangkara, Makassar. Dan mohon maaf kepada rekan media, saat ini belum tidak bisa ditemui lagi karena bapak butuh istirahat total,” ujar Azis.
Kejadian penganiayaan bermula saat Dasrul, guru arsitektur SMKN 2 Makassar menegur pelaku, MAS, siswa SMKN 2 Makassar, karena tak mengerjakan tugas pekerjaan rumah. Bukan mengakui kesalahan, MAS malah membalas teguran dengan nada keras. Dasrul pun memukul pundak MAS.
Tak terima dengan perlakuan gurunya itu, MAS lalu menelepon bapaknya, Adnan. Selang beberapa menit, Adnan datang ke sekolah bertemu MAS selanjutnya keduanya hendak menemui Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMKN 2 Makassar.
Saat menuju ruangan Wakepsek, keduanya tiba-tiba berpapasan dengan Dasrul. MAS lalu memberitahu bapaknya dan menunjuk Dasrul seraya memberitahu bapaknya bahwa Dasrul yang memukul dia.
Adnan pun menghentikan langkah Dasrul dan menanyakan palasan emukulan terhadap anaknya. Dasrul menjawab bahwa anak Adnan nakal.
Tak terima jawaban Dasrul, Adnan lalu memukul wajah sang guru sehingga hidung dan pelipisnya terluka mengeluarkan darah. Melihat kondisi Dasrul yang pusing akibat tonjokan Adnan, MAS pun mengambil kesempatan memukul Dasrul juga.
Melihat kegaduhan tersebut, siswa SMKN 2 Makassar yang sedang berada dalam ruangan sontak berlarian membantu Dasrul dan melawan Adnan dan anaknya. Keduanya pun kabur keluar sekolah.
Keduanya kini menjadi tersangka penganiayaan dan ditahan di Polsek Tamalate. Namun, Adnan, tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap guru SMKN 2 Makassar melawan. Ia melaporkan balik sang guru dengan tudingan penganiayaan pada anaknya MAS (15), siswa SMKN 2 Makassar pada Rabu, 10 Agustus 2016.
Pelaporan itu dibuat di polsek yang sama tempat ia ditahan, yakni Polsek Tamalate Makassar.
Guru SMK Makassar Korban Penganiayaan Jalani Operasi Plastik
Asal Muasal Isu Keranda Terbang di Sawangan Depok, Ada yang Mengaku Melihat!
Isu keranda terbang kini tengah ramai diperbincangkan warga di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Isu ini membuat resah. Bayangkan, banyak anak-anak dan ibu-ibu sekarang yang takut keluar rumah sejak Magrib menjelang.Menurut Fitri (36), warga Sawangan yang juga istri Ketua RT 01/004, Sawangan Baru, Depok yang ditemui detikcom,, isu keranda ini muncul karena ada beberapa warga yang melihat. Termasuk juga suaminya Edi Supini yang juga Ketua RT.
“Ini mulai 3 minggu lalu, akhir Juli, ada tukang sayur jam 2 pagi mau belanja ke pasar lihat. Setelah itu suami dan anak saya yang lihat malam-malam,” jelas Fitri.
Rata-rata mereka yang melihat keranda itu terbuat dari kayu dan seperti terbang tak ada yang mengusung. Percaya tak percaya, Pak RT serta beberapa warga melihat.
“Suami saya awalnya nggak percayaan, pas mau ronda dia duduk di mushala, abis itu dia melihat seperti ada keranda berjalan sendiri tanpa ada yang mengangkat. Habis itu dia lari ke pos ronda,” sambung Fitri.
Suaminya yang Ketua RT juga banyak menerima laporan dari beberapa warga. Isu ini membuat warga resah.
“Warga jadi pada resah, pada nggak berani keluar, kebanyakan ibu-ibu sama anak-anak,” ujarnya.
Isu ini mulai mereda setelah polisi datang dan memberi imbauan. Siskamling ditingkatkan dan tak sungkan melapor ke polisi.
“Pak Heri Bhabinkamtibmas Polsek Sawangan datang memberi imbauan agar Siskamling ditingkatkan. Karena takutnya ada rekayasa sehingga rumah-rumah rawan kemalingan. Sekarang sih sudah mulai normal di sini,” tutup Fitri.
Asal Muasal Isu Keranda Terbang di Sawangan Depok, Ada yang Mengaku Melihat!
Saat Paskibra Cilik Bersiap Kibarkan Merah Putih di Perbatasan Indonesia...
Kulitnya yang hitam semakin legam dipanggang terik matahari.
Peluh yang menetes tak dihiraukannya. Konsentrasinya cuma tertuju penuh pada langkah kaki menuruni tangga, sembari menopang nampan yang berisi bendera merah putih.Marwa Arung Armadani, siswi kelas V SDN Utama 1 Nunukan ini tak terlihat lelah, ketika gladi resik pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke 71 RI.
“Kami paskibra cilik siap mengibarkan bendera merah putih di perbatasan,“ kata dia di sela istirahat latihan Minggu (15/6/2016) lalu.
Semangat dan optimisme terlihat di wajah 71 peserta pasukan pengibar bendera cilik yang lebih dari sebulan terakhir menjalani latihan baris berbaris di bawah pengawasan anggota TNI AL Nunukan.
Mereka memahami tugas mereka tidak ringan untuk mengibarkan bendera dalam upacara peringatan hari kemerdekaan di Stadion Sei Bilal, Nunukan.
Dulunya siswa SD di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ini lebih banyak libur sekolah ketika pelaksanaan peringatan HUT RI. Sebab, para guru harus mengikuti upacara bendera di Kantor Bupati Nunukan.
Namun sejak lima tahun terakhir, seluruh siswa SD khususnya di Pulau Nunukan memiliki agenda kegiatan baru.
Setiap menjelang peringatan HUT RI, mereka berkesempatan menjadi anggota paskibra cilik.
Tradisi ini bermula dari keprihatinan sejumlah orangtua siswa SD 05 Nunukan. Sebab saat HUT RI siswa sekolah dasar ini dulu justru tidak ikut merasakan semangat kemerdekaan.
Jauhnya letak Kantor Bupati Nunukan yang berada di Kecamatan Nunukan Selatan menjadi kendala bagi siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Nunukan untuk mengikuti upacara bendera.
Akhirnya, dengan semangat beberapa orangtua siswa SD 05 membentuk paskibra cilik di lingkungan sekolah.
Kendala biaya untuk menopang kegiatan paskibra cilik disikapi dengan urunan bersama dan mengedarkan proposal demi terlaksananya kegiatan pengibaran bendera di lingkungan sekolah mereka.
“Untuk seragam saja satu anak bisa Rp 700 ribu. Ini dikalikan 71 siswa peserta paskibra cilik. Beruntung orangtua siswa mendukung dengan urunan dan pantia mengedarkan proposal bantuan,” ujar Sekretaris Pelaksanaan Kegiatan Paskibra Cilik Abdul Wahid.
Di benak Marwa kecil yamg masih duduk dikelas 3 sekolah dasar, menjadi bagian pasukan pengibar bendera pusaka ternyata menjadi obsesi tersendiri demi melihat gagahnya mengenakan seragam putih putih.
Tak heran, dia kemudian berupaya gigih untuk bisa menjadi bagian dari kegiatan paskibra cilik.
”Bangga bisa menjadi paskibra cilik. Kelihatan gagah kalau mengenakan seragamnya. Senang bisa menjadi paskibra cilik karena dulu hanya bisa melihat saja,” imbuhnya.
Menanamkan rasa cinta kepada Tanah Air sejak dini kepada siswa sekolah dasar menjadi agenda utama kegiatan paskibra cilik
Menurut panitia pengagas keberadaan paskibra cilik SD 05, penanaman rasa cinta Tanah Air justru harus ditanamkan sejak dini.
Dua tahun terakhir kegiatan paskibra cilik hanya di lingkungan SD 05 Nunukan. Namun sekarang menjadi agenda Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.
Sekolah yang terlibat pun semakin banyak. Tahun ini ada 11 SD yang mengirimkan siswanya untuk menjadai bagian dari paskibra cilik 2016.
Upacara Serba SD
Dalam memperingati HUT kemerdekaan RI ke 71 tahun 2016, rencananya upacara di stadion Sei Bilal seluruh pelaksana kegiatan akan dilaksanakan oleh seluruh siswa SD.
Selain paskibra cilik, nantinya pembawa acara, pembaca UUD 45, pembaca Pancasila hingga pendukung acara hiburan seluruhnya adalah dari siswa sekolah dasar.
“Rencananya semua anak SD pelaksana adalah siswa SD. Termasuk pergelaran tarian kolosal seluruhnya anak SD,” kata Abdul Wahid.
Bahkan pemimpin upacaranya siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Alkhaerat terlihat mungil di tengah luasanya lapangan bola Stadion Sei Bilal.
Meski semikian, suara kantang Firman mampu membius peserta gladi resik upacara.
“Kita piih Firman karena perawakn kecilnya ditunjang dengan suara yang lantang,” imbuh Abdul Wahid.
Abdul Wahid mengaku seluruh tahapan paskibra cilik telah dialalui oleh 71 anggota paskibra.
Dari proses seleksi, latihan rutin hingga mandi merah putih, salah satu tradisi dari TNI AL sebagai pelatih, hingga pengukuhan menjadi anggota paskibra cilik.
Hal ini dipastikan telah mematangkan jiwa mereka untuk siap menerima tugas mengibarkan bendera merah putih di wilayah perbatasan.
Dia yakin pelaksanaan upacara memperingati HUT ke 71 RI yang akan diikuti oleh 2000 lebih peserta upacara yang akan digelar Rabu (17/8/2016) akan suskes dilaksanakan.
“Bagi anak anak yang tumbuh di wilayah perbatasa ini sangat penting untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini,” ujar Abdul Wahid.
Saat Paskibra Cilik Bersiap Kibarkan Merah Putih di Perbatasan Indonesia...
Empat Hal yang Berbeda dalam Upacara 17 Agustus di Istana Pagi Ini
Istana Kepresidenan kembali menggelar upacara bendera untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 yang jatuh tepat pada Rabu (17/8/2016) ini. Upacara ini rutin digelar setiap tahunnya. Namun, ada empat hal yang berbeda dalam upacara yang akan dilangsungkan pagi ini. Apa saja itu?
1. Bendera Pusaka akan diperlakukan berbedaPada upacara kemerdekaan sebelumnya, bendera pusaka hanya diletakkan di depan Presiden selama upacara bendera berlangsung. Kali ini, sang merah putih akan diarak dari Monumen Nasional (Monas) ke Istana.
Arak-arakan bendera pusaka tersebut dapat disaksikan masyarakat umum. Presiden ingin agar simbol negara dapat disaksikan sekaligus dihormati oleh masyarakat.
“Biasanya kan sesuatu yang dihormati kan dibikin seremoni. Nah, inilah seremoninya,” kata Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala.
2. Tamu khusus
Upacara kali ini juga akan berbeda karena Jokowi mengundang sejumlah tamu khusus. Mereka adalah sosok-sosok inspirator pembangunan di masyarakat, para juara olimpiade matematika dan sains, serta para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak.
Presiden mengundang mereka bukan tanpa alasan yang kuat. Presiden ingin mereka menjadi simbol perjuangan bangsa. Inspirator pembangunan masyarakat itu, seperti suster apung di Nusa Tenggara Timur, lulusan UI yang membuka sekolah Paket A,B dan C di Jakarta dan sebagainya.
“Mereka itu pahlawan masyarakat. Inspirator pembangunan di grass root. Orang-orang yang kayak begitu saat ini sedang kami inventarisir,” ujar Djumala.
Untuk para juara olimpiade matematika dan sains, Presiden ingin agar kedatangan mereka dapat menjadi bukti bahwa negara memperhatikan nasib mereka juga.
“Dengan kami mengundang mereka, minimal kita semua tahu mereka. Nanti juga kan ada dialog antara Presiden dengan mereka, siapa tahu pemerintah punya program untuk mereka-mereka itu,” ujar dia.
Sementara, undangan bagi siswa TK dan SD ke Istana diharapkan mendorong tumbuh kembang semangat mereka dalam menempuh pendidikan selanjutnya. Anak-anak itu berasal dari penjuru Indonesia, mulai dari Jakarta, Bengkulu, Jawa Timur, Papua Barat, Banten dan lain-lain.
“Supaya apa? Supaya sampai tua nanti mereka ingat, pernah tampil di Istana Presiden demi kemerdekaan. Ini akan jadi pelecut semangat mereka,” ujar dia.
Total, ada sekitar 200 orang dari inspirator masyarakat, para juara olimpiade serta anak-anak yang diundang ke Istana
3. Video 360 derajat
Untuk pertama kalinya upacara 17 Agustus di Istana bisa ditonton lewat teknologi 360 derajat melalui akun YouTube dan Twitter Presiden Jokowi. Melalui teknologi video 360 derajat, penonton akan disuguhkan tampilan video dengan sudut pandang seolah berada langsung di lokasi.
Penonton cukup menggeser tampilan layar di smartphone atau komputer untuk memutar posisi pandang ke segala sudut yang diinginkan. Pengalaman menonton akan terasa lebih nyata apabila penonton mempunyai handset virtual reality yang dihubungkan ke telepon pintar.
Penonton cukup menoleh ke berbagai arah untuk mengamati seluruh rangkaian acara Jokowi pun mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan menikmati detik-detik proklamasi dengan teknologi canggih ini.
“Kali ini, kita bisa saksikan detik-detik Proklamasi #RI71 dgn teknologi kamera 360° lewat kanal YouTube & Twitter saya -Jkw,” kata Jokowi lewat akun Twitternya, @Jokowi,Selasa (16/8/2016) malam.
4. 67 anggota Paskibraka
Jumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas di Istana tahun-tahun sebelumnya berjumlah 68 orang. Namun, kali ini jumlah anggota Paskibraka yang bertugas hanya 67.
Ini karena Gloria Natapradja Hamel yang sudah lolos seleksi di Kementerian Pemuda dan Olahraga digugurkan di detik-detik terakhir. Gloria dianggap bukan warga negara Indonesia sehingga tidak bisa menjadi anggota Paskibraka. Perwakilan dari Jawa Barat ini kedapatan mempunyai Paspor Perancis.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 2016 tentang Kewarganegaraan, status WNI gugur apabila mendapat paspor dari negara lain. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan bahwa posisi Gloria tidak digantikan oleh orang lain. Sehingga otomatis anggota Paskibraka yang bertugas hanya berjumlah 67 orang.
“Meski sekarang tinggal 67 orang, ini tidak mengurangi konfigurasi maupun tugas-tugas penting yang besok akan dilakukan di istana,” kata Imam.
Empat Hal yang Berbeda dalam Upacara 17 Agustus di Istana Pagi Ini
PRESENTASI KELOMPOK 1
1. Pancasila sebagai Ideologi TerbukaBeberapa pengertian ideologi menurut pendapat para tokoh, antara lain:
- Karl marx: ideologi adalah kesadaran palsu, sebab ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang diciptakan oleh para pemikir sesuai kepentingannya.
- Louis althusser: ideologi adalah pedoman hidup, sebab setiap orang membutuhkan pedoman hidup, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat.
- Dr. Alfian: ideologi adalah suatu pandangan atau
sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang
sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil mengatur tingkah
laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI Dan Paradigma PembangunanPancasila sebagai ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai nilai pancasila dijadikan landasan pokok atau fundamental bagi penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, pancasila dapat dikatakan sebagai sumber nilai.NILAI - NILAI DASAR YANG ADA PADA PANCASILA1. NILAI KETUHANAN
NILAI KETUHANAN MENGANDUNG ARTI ADANYA PENGAKUAN DAN KEYAKINAN BANGSA INDONESIA TERHADAP ADANYA TUHAN SEBGAI PENCITA ALAM SEMESTA. NILAI INI MENYATAKAN BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA YANG RELIGIUS BUKAN BANGSA ATHEIS2. NILAI KEMANUSIAAN3. Nilai kemanusiaan mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku yang. Sesuai dengan nilai nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya, dan adanya pengakuan terhadap hak asasi manusia4. NILAI PERSATUAN5. Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha kearah bersatu dalam kebulatan atau kesadaran rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam NKRI.6. NILAI KERAKYATANNilai kerakyatan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawrah mufakat melalui lembaga lembaga perwakilan, nilai ini menganut paham demokrasi7. NILAI KEADILANmengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah dan batiniah
Pkn
- Siapakah pelaku utmanya? ( Titi Sari)
- Bagaimana karakter mereka masing-masing? ((Titi Sari: baik, lemah lembut, sabar, & setia), (Hari: rendah hati, baik, & sopan), (Ayah Hari: sombong, angkuh, & tegas), (Kakek tua: bijaksana))
- Siapa saja pelaku sampingannya? ( Ayah Hari & Kakek tua )
- Bagaimana kisah awal mereka bertemu? (Mereka bertemu didekat terminal. Pada saat Titi Sariberdiri dibawah pohon. Hari menghentikan mobilnya dan bertanya pada Titi Sari dan menanyakan tempat penjual bensin )
- Tuluskah hubungan cinta mereka?Beri buktinya!! ( Tulus, karna Hari sangat mencintai Titi Sari meskipun dia miskin tetapi dia tidak memandang semua itu )
- Mengapa mereka harus berpisah? (Karna ayah dari Hari tidak merestui hubungannya )
- Bagaimana keadaan Titi Sari setelah Hari tak pernah datang lagi? ( Hampir gila )
- Alur apa yang digunakan pengarang?buktinya!! ( Alur mundur mengapa? karna Siti Sari menceritakan kembali kisahnya bersama Hari )
- Bagaimana aktivitas Titi Sari setelah Hari tidak datang lagi? (Titi Sari tetap menunggu Hari dan tak pernah putus asa )
- Happy endding? ( DUlunya mereka berpisah dan sekarang hubungan baik dan bahagia karna dipertemukan kembali. Merekapun mempunyai anak dan bahagia bersama keluarga kecilnya )




